Jumat, 22 Februari 2013

Urutan Stratigrafi Geologi Timor




Berdasarkan Peta Geologi Lembar Kupang-Atambua, urutan stratigrafi Timor dari muda ke tua adalah:
1)      Alluvium. Umur Holosen, terdiri dari lumpur, pasir, kerikil, merupakan material lepas, umumnya berada pada area limpas banjir dan gosong gosong sungai.
2)     Satuan Konglomerat dan Kuarsa. Umur Plistosen, terdiri dari konglomerat, kerikil, kerakal dan bongkah dengan selingan batupasir berstruktur silang siur.
3)             Satuan Batu Gamping Koral. Umur Plistosen, terdiri dari batugamping koral, setempat batu gamping terumbu.
4)             Formasi Noele. Umur Pliosen sampai Pleistosen, yang selang seling antara marl dan batu pasir, konglomerat dan tuff, struktur sedimen yang berupa  lapisan berangsur, konvolut, laminasi parallel, mengandung moluska dan cangkang. Fosil-fosil terdiri dari Globorotalia truncatulinoides, Globorotalia tosaensis, Globorotalia tumida, Globorotalia multicamerata, Globorotalia acostaensis, Globigrinoides extremus, G. fistulosus, Globigerina riveraae, Pulleniatina obliquiloculata, Sphaeridinella dehiscens yang menutup selaras di atas Formasi Batu Putih dan yang tertutup tidak selaras oleh sedimen kuarter di beberapa tempat bagian bawah formasi ini menjari dengan Formasi Batu Putih.
5)             Formasi Batu Putih. Umur Miosen-Pliosen, bagian bawah litologi  terdiri dari Kalsilutit, tuff, sedikit marl dan batu gamping arenit. Bagian atas terdiri dari kalkarenit, batu pasir, batu pasir  marly, silty marl dan sedikit konglomerat. Fosil-fosil terdiri dari Orbulina universa,  Globigerinoides   trilobus,   Globigerinoides   immturus,   Globoquadrina altispira, Globorotalia scitula, Globigerina sp yang menjari dengan Formasi Noele dan di bawah kompleks Bobonaro meskipun tidak dapat dijelaskan secara pasti kedudukannya berdasarkan pada sedimentasi normal (Van Bemmelen, 1949). Tebal antara 448-1.100 m dengan lingkung laut pada fore arc.
6)             Komplek Bobonaro. Umur Miosen, terdri dari fragmen ukuran boulder matrik lempung berkandungan  foraminifera.  Fosil   Globigerinoides   unmaturus,  G. quadrilobus, G. irregularis, G.  rubber,  G. buloides, G. subcretacea, G. cultrate, G. scitula, G. truncatulinoides,  Pulleniatina  bulloides,  Nonion  pompiloides,  Cassidulina  laevigata, Ceratobulina pasifica, Uvigerina sp, Suisllosiomella lepidula, Bulimina aculeate, Astrononion sp, Hyalinea balthica, Sphaeroidina bulloides,  Bollimina  inflate, Bolivina rabusta, Laticarinina panperata, Hoglundina elegans,    Globigerina    anqulisuturalis,    Globigerina    nepenthes, Globorotalia tumida, Globorotalia altispira. Ketebalan sangat bervariasi, lingkungan laut dalam, bagian  dari  Komplek  Bobonaro  adalah  Melange.
7)             Formasi Manamas. Umur Miosen akhir sampai Pliosen awal, berupa breksi vulkanik massif dengan aliran lava dan interkalasi kristal tuff, struktur lava bantal, dengan kekar dan retakan yang intensif. Satuan ini muncul sebagai sungkup di atas batuan ultrabasa, ketebalan sekitar 1.500 m merupakan hasil vulkanisme bawah laut, dari hasil datin radiometrik pada contoh batuan menunjukkan umur 5,9-6,2 juta tahun.
8)             Formasi Cablaci. Umur Miosen awal, terdiri dari batu gamping bioklastik, umumnya kristalin, ukuran butir halus sampai kasar, warna putih keabu-abuan muda, abu-abu kemerahan, berlapis tebal sampai masih, kandungan foraminifera besar Lepidocyclina yakni Eulepidma sp, Cycloclypeus sp, Lepidocyclina sp, Nepholepidma sp, Pararotalia sp, Amphistegina sp, Planarbulina sp, Textularia sp, Globigerina sp, Spiroclypeus sp, Miogypsina sp, Operculina sp, Lithothamiu sp (spesies ganggang). Satuan ini melingkupi secara tidak selaras Fomasi Wailuli, Formasi Aitutu dan Formasi Maubisse, tebal ± 600 m, lingkungan endapan laut dangkal.
9)             Formasi Noil Toko. Umur Miosen awal, berupa konglomerat, batu gamping, batu pasir, marl, tuff dan shale. Fosil terdiri dari Catapsydrax unicova, Globorotalia spp, Operculina sp, Lepidocyclina verbeeki, Globigerina sellu, G. officinalis, G. auchitaensis, Lepidocyclina sp, Amphistegina sp, Miogypsina sp menjari dengan Formasi Cablaci, tebal sekitar 800 m, berupa endapan laut dangkal. Formasi ini dikenal sebagai ‘Endapan Tersier Muda’.
10)         Satuan Batuan Diorit, Diorit Kuarsa. Umur Eosen, ukuran kristal halus sampai kasar. Beberapa tempat menunjukkan tekstur diabasik, hornblende umum ditemui. Piroksen selalu ditemukan dalam jumlah sedikit; feldspar ortklas dan plagiklas ditemukan sebagai kristal berukuran sedang, sebagian berubah menjadi serisit, magnetit dan pirit yang didapat sebagai mineral tambahannya. Mengintrusi atau sebagai bodi pada Komplek Bobonaro, juga mengintrusi Komplek Metan dan semua batuan berumur Kapur sampai Eosen awal.
11)         Formasi Metan. Umur Eosen, berupa aglomerat berbentuk butir sudut menyudut pada matrik tuff. Fosil terdiri dari  Alveolina sp, Nummulites sp, Quinqueloculina sp, Amphistegina sp, algae, yang tidak selaras di atas Komplek Mutis dan tidak selaras di bawah Komlek Bobonaro, tebal sekitar 600 m, dan merupakan endapan laut dangkal.
12)         Formasi Haulasi. Umur Paleosen tengah sampai Eosen tengah, berupa konglmerat greywacke, batu pasir, shale tuffaan dan marl abu-abu kehijauan berlapis sangat baik. Material vulkanik umum dijumpai pada formasi ini, terlipat kuat, struktur slump. Fosil terdiri dari Numulites sp, Fasciolites sp, Operculina sp, Quinqueloculina sp  yang mempunyai kontak tektonik  dengan Komplek Mutis, tebal sekitar 300 m, endapan laut dangkal dan merupakan bagian atas dari Seri Palelo.
13)         Formasi Noni. Umur Kapur Tengah sampai Kapur Akhir, berupa endapan sediment laut dalam, rijang radiolarian berlapis baik antara 5-15 cm, batu gamping rijangan dan rijang lempungan, terdeformasi kuat. Fosil adalah berupa Globotruncana sp dan radiolarian, yang mempunyai kontak tektonik (sungkup) dengan Komplek Mutis, tebal sekitar  50 m. Formasi ini dahulunya biasa disebut sebagai Seri Palelo.
14)         Formasi Ofu. Umur Kapur Tengah sampai Eosen, berupa endapan laut dalam terdiri dari kalsilutit merah jambu sampai coklat kemerahan, marl dan shale dengan interkalasi dari rijang radiolarian kekuningan, umumnya retak dan terimbrikasi, Fosil terdiri dari Heterohelix sp, Globotruncana Stuarti, Globorotalia angulata, G. pseudomenardii, G. elongata, G. Formosa. Hubungan formasi ini dengan Formasi Noni atau Formasi Haulasi tidak diketahui dengan pasti, tebal sekitar 2.500 m, dan merupakan endapan laut dalam. Di daerah Timor Leste dikenal sebagai Batu Gamping Borolalo.
15)         Formasi Haulasi dan Noni tak Teruraikan. Umur Kapur sampai Paleosen. Terdiri dari batuan dari Formasi Haulasi dan Formasi Noni.
16)         Formasi Nakfunu. Umur Kapur awal, merupakan sedimen laut dalam yang teriri dari rijang radiolarian, siltstone, shale, silty marl, rijang gampingan dan kalsilutit. Fosil terdiri dari radiolarian, Dictiomita sp, Spyrocystis sp, dan kemungkinan mempunyai kesebandingan dengan Formasi Waibau di Timor Leste, tebal sekitar 600 m dan aspek ekonomis adalah berupa batuan mangan dan feromangan.
17)         Formasi Wailuli. Umur Jura. Terdiri dari kalkarenit, serph lanauan, napal dan greywacke.
18)         Formasi Aitutu. Umur Trias Akhir, litologi didominasi oleh kalsilutit (berlapis) dengan nodul rijang di beberapa tempat, kalkarenit, batu lanau dan lapisan tipis marl teralterasi. Umumnya berwarna muda keabu-abuan. Fosil terdiri dari Halobia sp dan Monotis sp. Ketebalan antara 200-500 m, di lingkungan pengendapan laut terbuka, tektonik setting di batas lempeng atau continental margin. Aspek ekonomis adalah berupa rembesan minyak dan gas, lempung dan lanau bituminous yang merupakan batuan induk dari hydrocarbon. Satuan ini sebanding denga Seri Kekneno (Anonim, 2009a). Selaras di bawah Formasi Wailluli.
19)         Formasi Bisane. Umur Perm, bagian bawah terdiri dari shale abu abu gelap dengan siltstone, batu pasir dan slate intekalasi. Bagian atas terdiri dari batu pasir dengan sedikit shale. Fosil terdiri dari Brachiopoda, crinoid, koral, trilobite, Atomodesma sp, yang tidak selaras di bawah Kompleks Bobonaro dan Formasi Ofu, tebal sekitar 1.000 m, lingkugan laut dalam, dan merupakan batuan induk dari hydrocarbon.
20)         Formasi Maubise Satuan Batu Gamping. Umur Perm, berupa batu gamping bioklastik berlapis dan batu gamping terumbu, mengandung banyak Crinoid, Algae (ganggang), Brachiopda, koral, Fusulmid sp dan Globella, kontak tektonik dengan Formasi Aileu, tebal sekitar 500 m, dan merupakan endapan laut dangkal,
21)         Formasi Maubise Satuan Lava. Umur Perm, merupakan bagian bawah dari Formasi Maubise, terdiri dari lava basal.
22)         Kompleks Mutis. Umur Pra-Perm, berupa batuan metamorf berderajat rendah sampai tinggi, termasuk slate filit, sekis, amfibolit sekis, kuarsit,  amfibolit genis dan granulit, Kompleks ini teritrusi oleh dike diabas, diorite hornblende dan diorite kuarsa. Secara tektonik menutupi Formasi Aitutu dan tertutupi oleh Formasi Maubise Perm. Aspek ekonomisnya adalah berupa mineral Krom, garnierit dan kalkopirit.
23)         Formasi Aileu. Umur Perm hingga Jura Akhir. Litologi terdiri dari sekis, genis, amfibolit, slate, meta batu pasir, batu pasir, batu lanau, beberapa batuan vulkanik dan batu gamping. Fosil terdiri dari Crinoid, Buchia sp, Belemnopsis sp. Ketebalan lebih dari 1.000 m, lingkungan laut dangkal (continental margin).

3 komentar: